Dialektika 

PPN Sembako dan Kegagalan Kekuasaan Mengelola Negara

Lagi-lagi pemerintah menunjukan sikap tidak empati dengan kondisi dan kesulitan masyarakat. Ketika pandemi menghancurkan ekonomi masyarakat dan kemiskinan yang kembali menyentuh angka dua digit (10,19%), Pemerintah justru menunjukan sikap yang ambigu dan tidak berpihak pada masyoritas masyarakat, terutama masyarakat kalangan bawah. Pemerintah memilih untuk membebaskan PPnBM kendaraan yang jelas ditunjukan untuk membantu korporasi besar Industri otomotif yang sudah kaya raya dan pada saat yang sama memberi ‘subsidi’ pada kalangan berduit untuk membeli mobil baru dalam kondisi ekonomi tak menentu karena pandemi yang menyerbu. Ironisnya tidak lama berselang dari itu, pemerintah…

Read More
Dialektika 

Jabatan Guru Besar dan Tiket Pilpres 2024

Ada anggapan yg harus diluruskan di masyarakat bawah Professor adalah gelar akademik tertinggi. Tentu saja anggapan ini tidak benar. Professor atau guru besar adalah jabatan fungsional tertinggi bagi akademisi di perguruan tinggi. Tidak benar juga bahwa Professor harus jadi ‘penemu’ atau menjadi syarat kehebatan intelektual seseorang. Untuk mapan dan hebat secara intelektual tidak harus menyandang gelar Professor, kalau memang tidak berkarir di perguruan tinggi. Jabatan Professor juga bukan penghargaan atas jasa seseorang, walaupun menjadi budaya baru di Indonesia memberikan gelar Dr.(HC) dan Professor kehormatan pada politisi atau mantan pejabat. Gelar…

Read More
Dialektika 

Tiga Periode Jokowi, Gagasan Usang yang Mestinya Telah Usai

Gagasan Presiden 3 periode dan dibentuknya relawan JokPro hanyalah pekejaan para pahlawan kesiangan yang sudah kehabisan gagasan untuk membangun Indonesia. Tujuan utamanya mungkin hanya sekedar cek ombak, mencari sisa-sisa pembagian jabatan yg mungkin masih bisa diberikan. Secara substansi gagasan itu akan merusak demokrasi, dan mengarah kepada pemerintahan yg berpotensi dan cenderung tirani. Kekuasan yang terlalu lama hanya akan memberikan waktu dan kesempatan yg luas kepada kekuasaan untuk mengkonsolidasikan kekuatan, melemahkan opsisi, memperkuat oligarki dan cenderung melahirkan tirani. Kita sudah cukup dengan pengalaman presiden seumur hidup Bung Karno yg kontraproduktif untuk…

Read More